Assalamu'alaikum...
RP (Renungan Pagi) #2 Mustanir, diambil dari kutipan buku Pilar Substansial Islam oleh Tim DPPAI. Semoga bermanfaat, merupakan tips menguatkan dan meneguhkan keimanan yaitu lanjutan dari kemarin.
3. Terus memperbaiki kualitas ibadah dan kualitas kemanusiaan (insaniah)
Oleh Rasulullah SAW, setiap muslim dianjurkan untuk terus memperbaiki kualitas ibadahnya dan terus memohon kepada Allah pertolongan untuk dapat memperbaiki ibaadah. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW mengajari umatnya untuk berdoa.
“Ya Allah, tolonglah diriku untuk selalu berdzikir pada-Mu mensyukuri karunia-Mu, dan memperbaiki ibadahku pada-Mu”
Selain memperbaiki kualitas ibadah, seseeorang juga dituntut untuk terus memperbaiki kualitas akhlaknya. Inilah yang akan menyebabkan sesorang berkualitas sebagai manusia. Karena dalam kenyataannya, konsistensi ibadah sesorang ternyata belum mampengaruhi akhlak sesorang menjadi akhlak terpuji (mahmudah). Maka sesorang, selain berharap ibadahnya akan membantu memperbaiki akhlaknya juga harus berusaha dengan sungguh – sungguh melatih dan berakhlak yang terpuji yang sesuai dengan tuntutan agama.
4. Menjadikan orang – orang yang beriman, yang shalih dan berilmu sebagai sahabat
Dengan siapa seseorang bergaul juga berpengharuh terhadap keimanan sesorang. Bukankah sesorang akan merasa tidak memiliki masalah dan memiliki kepentingan untuk meningkatkan kualitas diri ketika dia berteman dengan seseorang yang lebih buruk dari keadaan dirinya. Disinilah pentingnya sesorang berteman dengan orang – orang beriman, yang shalih dan berilmu supaya mendorong diri menjadi seperti teman tersebut.
Bukan berarti berteman dengan yang lebih buruk memberikan dampak buruk juga terhadap keimanan kita, apabila keyakinan dan keimanan kita baik. Alangkah baiknya kita membawa teman yang buruk imannya tersebut ke jalan Allah SWT.
5. Terus memohon bimbingan Allah dengan konsisten menjadikan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai pedoman hidup tertinggi
Bimbingan Allah sedemikian penting dan diharapkan oleh setiap mukmin. Karenanya, sehari semalam minimal tujuh belass kali seseorang memohon bimbingan Allah dalam shalatnya saat membaca Al-Fatihah. Bimbingan Allah itu tentunya ada di dalam kitab suci Al-Qur’an. Tidak benar jika seseorang memohon bimbingan-Nya namun ternyata dia mengesampingkan dan meremehkan Al-Qur’an. Disinilah pentignya seseorang Al-Qur’an tentu juga bersama Al-Hadits sebagai pedoman hidup tertinggi yang diimani dan ditaati. Tanpa sikap ini, permohonan bimbingan dari Allah hanya menjadi semacam candan belaka. Candaan yang tidak cerdas tentunya.
6. Menolak segala macam bentuk kemusyrikan dan kemungkaran
Kemusyrikan adalah kemusyrikan. Selamanya sikap Islam tidak beruabah. Kemungkaran juga adalah kemungkaran, sesuatu hendaknya ditolak. Sikap menolak dengan tegas ini akan membawa akibat kuat dan teguhnya keimanan yang ada pada diri sesorang.
7. Istiqamah di jalan Islam Konsisten
Di jalan islam adalah jalan untuk menguatkan dan meneguhkan keimanan dalam diri. Istiqamah menjalankan syariat islam dan istiqamah menetapi ajaran islam hingga akhir hayat akan membawa sesorang terus termotivasi dan berusaha memotivasi dirinya beriman dengan benar dan benar- benar beriman.
Terimakasih, wassalam :)

Tidak ada komentar on "Menguatkan dan Meneguhkan Keimaman (RP Mustanir) #2"