Jangan Korupsi Alam "Ringkasan ulah manusia di Bumi"

oleh : Galis A, mahasiswa FTSP 2013

Assalamu'alaikum...

Kembali lagi kami menulis serta hadir kepada pembaca untuk bersama-sama mengingat pesan Allah SWT.  Dilatar belakangi diskusi dan seminar dari IALHI (Ikatan Ahlu Lingkungan Hidup Indonesia) bekerjasama dengan FTSP (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan) UII yang membedah buku serta diskusi "Jangan Korupsi Alam" kami menulis sedikit review dari kegiatan tersebut.

Dalam Surat Al Baqarah ayat 11 Allah berfirman yang artinya ; Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".

Bahwa Indonesia memiliki berbagai permasalahan terkait isu lingkungan dan korupsi, bahwa kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia telah terenggut esensi kesosialannya untuk mensejahterakan masyarakat. SDA yang ada telah bermetamorfosa menjadi bahan emas bagi para pengusaha asing yang berbondong - bondong datang mengunjungi serta singgah ke negara kita. Alih - alih mengadakan pembangunan dan memberikan pengaruh positif ke bangsa Indonesa, orang - orang tidak bertanggungjawab tersebut seakan memanipulasi rangkaian kegiatannya sehingga bisa meraup keuntungan bagi diri mereka sendiri.

Menurut Busyro Muqadas (Mantan pimpinan KPK) yang menjadi salah satu keynote speaker dalam seminar tersebut,  permasalahan korupsi yang telah mengakar ini sebenarnya bukan permasalahn utama, melainkan masalah yang ditimbulkan dari sebuah permasalah yang paling fundamental. Adapun permasalahan fundamental tersebut adalah sistem perpolitikan yang korup.

Permasalahan yang terbentang dihadapan kita dianggap seharusnya mampu menjadi pemicu para gerakan mahasiswa. Disayangkan oleh Pak Bambang (Jakarta Pos) menuturkan kekecewaannya, sekarang kemana mahasiswa?. Selaku mahasiswa, apalagi mahasiswa yang beriman sudah seharusnya kita sadar bahwa Allah SWT menciptakan kita sebagai para pejuang di Bumi, sebagai penjaga keberlangsungan hidup serta sebagai orang yang berpendidikan tidak lain hanya untuk menjadi Rahmatan lil 'alamin.

Nada optimis dilayangkan oleh aktifis dari lingkungan kampus bahwa tidak dipungkiri kerusakan lingkungan memang ada dan nyata terjadi di berbagai daerah. Dengan keyakinan dan edukasi yang terus menerus Eko Siswoyo (Dosen Teknik Lingkungan UII) menjelaskan pihak kampus secara terstruktur telah melakukan upaya penyadaran kepada mahasiswa lewat pembelajaran di UII.

Cambukan keras bagi kita, bagaimana esok saat kita menjadi penerus bangsa ini?
Mengakhiri seminar tersebut ada sedikit kata yang menarik dari pihak IALHI, Tasdiyanto Rohadi. "SDA bukan hak kita tapi SDA adalah hak dari generasi selanjutnya". Lebih diperjelas lagi oleh Pak Eko "Saya tidak yakin ketika kalian menjabat kalian menjadi pejabat yang bersih jika hingga sekarang anda masih titip absen". Audiens tercenang dan bertepuk tangan riuh mengakhiri seminar ini.

Sekian, mohon maaf apabila ada salah kata serta terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum...

APRIL MOP

 Assalam'alaikum...

RP(Renungan Pagi) Mustanir
 "Fenomena April Mop, lelucon yang dibuat sebagai pembuka bulan April? Berhati - hatilah kawan, karena lelucon yang berlebihan dan membuat yang diberi lelucon merasa takut bahkan terancam sangat berbahaya. Gunakanlah waktu berinteraksi untuk saling mengingatkan untuk kebaikan di jalan Allah, bukan untuk hal - hal yang dapat merugikan satu sama lain."

Wassalam...

Hal - Hal yang Mengurangi dan Membatalkan Iman (RP Mustanir)

Assalamu'alaikum...
Selamat pagi, RP (Renungan Pagi) Mustanir kembali hadir, kali ini kami menulis Hal - Hal yang Mengurangi dan Membatalkan Iman yang masih bersumber dari buku Pilar Substansial Islam dari Tim DPPAI UII.

Sangat penting untuk diketahui bahwasanya keimanan sesorang itu pun dapat berkurang dan bahkan hilang karenanya. Disinilah terlihat bahwa setiap Mukmin sangat membutuhkan pengetahuan terkait hal - hal yang dapat mengurangi bahkan sekaligus dapat membatalkan keimanan mereka. Hal - hal yang dapat mengurangi dan membatalkan iman itu diantaranya dapat disebutkan dibawah ini :

a. Mengingkari rububiyyah Allah atau sesuatu dari kekhususan-kekhususan-Nya, atau mengaku memiliki sesuatu dari kekhususan tersebut atau membenarkan orang yang mengakuinya.

b. Sombong serta menolak beribadah kepada Allah.

c. Menjadikan perantara dan penolong yang ia sembah atau ia minta pertolongan selain Allah.

d. Menyekutukan Allah

e. Menolak hukum Allah dan rasul-Nya

f. Berkeyakinan bahwa hukum Allah dan rasul-Nya tidak sempurna.

g. Ragu dengan kekafiran orang kafir, dan syiriknya orang yang musyrik.

h. Mengolok-olok Allah, rasul, dan ajaran islam.

i. Membantu orang kafir untuk memusuhi islam.

j. Meyakini bahwa ada orang-orang tertentu yang boleh keluar dari ajaran Rasulullah SAW, dan tidak wajib mengikuti ajaran beliau.

k. Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajarinya serta mengamalkannya.

Demikian RP Mustanir pagi ini, semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua dan kita termasuk orang - orang yang menjauhi apa yang tertulis diatas, amiin. Terimaksih.

Wassalam...

Menguatkan dan Meneguhkan Keimaman (RP Mustanir) #2

Assalamu'alaikum...
RP (Renungan Pagi) #2 Mustanir, diambil dari kutipan buku Pilar Substansial Islam oleh Tim DPPAI. Semoga bermanfaat, merupakan tips menguatkan dan meneguhkan keimanan yaitu lanjutan dari kemarin.

3. Terus memperbaiki kualitas ibadah dan kualitas kemanusiaan (insaniah) 

Oleh Rasulullah SAW, setiap muslim dianjurkan untuk terus memperbaiki kualitas ibadahnya dan terus memohon kepada Allah pertolongan untuk dapat memperbaiki ibaadah. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW mengajari umatnya untuk berdoa.  

“Ya Allah, tolonglah diriku untuk selalu berdzikir pada-Mu mensyukuri karunia-Mu, dan memperbaiki ibadahku pada-Mu”

Selain memperbaiki kualitas ibadah, seseeorang juga dituntut untuk terus memperbaiki kualitas akhlaknya. Inilah yang akan menyebabkan sesorang berkualitas sebagai manusia. Karena dalam kenyataannya, konsistensi ibadah sesorang ternyata belum mampengaruhi akhlak sesorang menjadi akhlak terpuji (mahmudah). Maka sesorang, selain berharap ibadahnya akan membantu memperbaiki akhlaknya juga harus berusaha dengan sungguh – sungguh melatih dan berakhlak yang terpuji yang sesuai dengan tuntutan agama.

4. Menjadikan orang – orang yang beriman, yang shalih dan berilmu sebagai sahabat

Dengan siapa seseorang bergaul juga berpengharuh terhadap keimanan sesorang. Bukankah sesorang akan merasa tidak memiliki masalah dan memiliki kepentingan untuk meningkatkan kualitas diri ketika dia berteman dengan seseorang yang lebih buruk dari keadaan dirinya. Disinilah pentingnya sesorang berteman dengan orang – orang beriman, yang shalih dan berilmu supaya mendorong diri menjadi seperti teman tersebut.

Bukan berarti berteman dengan yang lebih buruk memberikan dampak buruk juga terhadap keimanan kita, apabila keyakinan dan keimanan kita baik. Alangkah baiknya kita membawa teman yang buruk imannya tersebut ke jalan Allah SWT.

5. Terus memohon bimbingan Allah dengan konsisten menjadikan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai pedoman hidup tertinggi

Bimbingan Allah sedemikian penting dan diharapkan oleh setiap mukmin. Karenanya, sehari semalam minimal tujuh belass kali seseorang memohon bimbingan Allah dalam shalatnya saat membaca Al-Fatihah. Bimbingan Allah itu tentunya ada di dalam kitab suci Al-Qur’an. Tidak benar jika seseorang memohon bimbingan-Nya namun ternyata dia mengesampingkan dan meremehkan Al-Qur’an. Disinilah pentignya seseorang Al-Qur’an tentu juga bersama Al-Hadits sebagai pedoman hidup tertinggi yang diimani dan ditaati. Tanpa sikap ini, permohonan bimbingan dari Allah hanya menjadi semacam candan belaka. Candaan yang tidak cerdas tentunya.

6. Menolak segala macam bentuk kemusyrikan dan kemungkaran

Kemusyrikan adalah kemusyrikan. Selamanya sikap Islam tidak beruabah. Kemungkaran juga adalah kemungkaran, sesuatu hendaknya ditolak. Sikap menolak dengan tegas ini akan membawa akibat kuat dan teguhnya keimanan yang ada pada diri sesorang.

7. Istiqamah di jalan Islam Konsisten

Di jalan islam adalah jalan untuk menguatkan dan meneguhkan keimanan dalam diri. Istiqamah menjalankan syariat islam dan istiqamah menetapi ajaran islam hingga akhir hayat akan membawa sesorang terus termotivasi dan berusaha memotivasi dirinya beriman dengan benar dan benar- benar beriman.


Terimakasih, wassalam :)

Menguatkan dan Meneguhkan Keimaman (RP Mustanir) #1

Assalamu'alaikum...
RP (Renungan Pagi) Mustanir, diambil dari kutipan buku Pilar Substansial Islam oleh Tim DPPAI. Semoga bermanfaat.

"Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur'an) yang telah Kami turunkan, dan Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan"

Ibarat tanaman, iman tidak bisa dibiarkan saja sedemikian rupa. AGar subur berbuah dia harus terus dipupuk, disirami, dan dijauhkan dari segala macam bentuk hama yang akan dapat merusaknya. Demikian pula halnya keimanan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya menguatkan dan meneguhkan keimanan seseorang mukmin. Beberapa diantaranya dapat disebutkan sebagai berikut :

1. Terus belajar dan mendalami ilmu - ilmu agama
Iman seseorang akan menjadi semakin kuat, insyaallah, dengan semakin rajin dan bersungguh - sungguh dirnya dalam mempelajarai dan mendalami ilmu - ilmu agama ('ulum al-din). Ilmu - ilmu agama yang dipelajari terutama menajdi prioritas untuk dipelajari dan diperdalam adalah aqidah, ibadah, dan akhlak. Ketiga ilmu hendaknya dipeklajari dari dalil - dalil Al-Qur'an dan hadist yang shahih di bawah bimbingan orang alim yang taat dan takut (khasyyah) kepada Allah dan rasul-Nya agar sesorang terhindar dari kesesatan.

2. Terus berusaha mengamalkan ilmu yang dipelajari dan diperdalamnya
Ilmu yang tidak diamalkan akan membuat seseorang tidak akan dapat mereguk manisnya ilmu. Agama islam adalah agama amal. Tanpa amal yang nyata maka seseorang akan kehilangan kemanfaatan diri. Sedangkan mukmin yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Sekian dulu, pantau terus blog kami. Semoga Allah melindungi kita semua, amiin.
Wassalam...

Polwan Resmi Diizinkan Berjilbab

Assalamu'alaikum...


Alhamdulillah, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) telah mengizinkan Polwan untuk mengenakan jilbab. Wakil Kepala Polri Komjen (Pol) Badrodin Haiti telah menandatangani Peraturan Kapolri soal Polwan yang diperbolehkan menggunakan jilbab.
Mulai Selasa (24/3), Polwan di seluruh Indonesia diperbolehkan mengenakan jilbab. “Iya, sudah ditandatangani, kemarin,” ujar Badrodin melalui pesan singkat, Rabu (25/3) sore.
Kebijakan tersebut diketahui tertuang dalam surat keputusan Nomor KEP/245/III/2015 yang merupakan perubahan atas surat keputusan Nomor SKEP/702/IX/2005 sebelumnya tentang aturan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri. S-Kep sebelumnya hanya berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
“Sejak awal POLRI tidak pernah melarang polwan memakai jilbab. Hanya saja aturan jilbab itu perlu diatur kembali dalam SKEP No. 702 tentang Sebutan, Penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri,” jelas Kepala Biro Penerangan Polri, Brigjen Pol Agus Rabu (25/3).
Menurut Agus, jilbab yang dikenakan oleh Polwan harus sesuai dengan Keputusan Kapolri tersebut.
Salah satu aturan dalam surat keputusan tersebut menyatakan bahwa jilbab yang dipakai adalah model tunggal polos atau tanpa emblem. 
Wassalam...